Catatan Seorang Prajurit Kecil

Ikon

biarlah semua itu berjalan sesuai "skenario" NYA – jika kau telusuri, semua logika itu akan kau temukan

Membuat Calendar Popup dengan Zapatec

Tutorial ini membahas tentang bagaimana cara membuat calendar popup dengan zapatec. Mudah-mudahan artikelnya bisa berguna bagi teman-teman

Oke kita langsung saja, langkah pertama download module zapatec-nya dari website www.zapatec.com module ini tidak gratis (alias bayar) 😉 oleh karena itu, download versi trial nya.

Setelah kita dapat versi trial nya, extract file tersebut dalam satu folder dan kasih nama sesuai selera teman-teman. Sekarang lihat ada sebuah file index.html, buka file tersebut dan akan tampil seperti berikut

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_1Itu adalah isi dari paket zapatec yang kita download tadi, sekarang coba klik link calendar yang ada di list paling atas

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_2Setelah itu klik link demo, untuk melihat jenis demo calendar hasil karya zapatec.

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_3Itu adalah calendar popup yang akan kita “buat” eh salah, kita pake 😉

Oke sekarang lihat dunk script HTML nya, klik tabulasi HTML yang ada di atas

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_4Script yang dilingkari diatas adalah link ke library file yang akan kita gunakan (untuk membuat calendar popup diatas, kita memerlukan file-file tersebut) berikut ini file berserta path nya, oh ya langsung copy yah, bikin dulu deh satu folder misalnya “D:/mycal”

../utils/zapatec.js (copy ke D:/mycal/zapatec.js)

../zpcal/src/*.* (copy ke D:/mycal/*.*) (*.*=copy semua file yang ada disini ke folder mycal)

../zpcal/lang/calendar-en.js (copy ke D:/mycal/calendar-en.js)

../zpcal/themes (copy folder themes nya) jadi (D:/mycal/themes)

../website (copy folder websitenya) jadi (D:/mycal/website)

Oke kalo udah akan jadi seperti ini

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_5

Sekarang buka file html baru, masukin script ini

<HTML>

<HEAD>

<TITLE> Calendar Exercise </TITLE>

<!— baris ini harus dimasukin dan sesuai dengan path

tempat anda copy file libaray zapatec tadi —->

<script language=’javascript’ src=’zapatec.js’></script>

<script language=’javascript’ src=’calendar.js’></script>

<script language=’javascript’ src=’calendar-en.js’></script>

<link href=”website/css/zpcal.css” rel=”stylesheet” type=”text/css”>

<link href=”website/css/template.css” rel=”stylesheet” type=”text/css”>

<link href=”themes/aqua.css” rel=”stylesheet” type=”text/css”>

<!————————————————————->

<style type=”text/css”>

body {

width: 778px;

}

</style>

</HEAD>

<BODY>

<input type=’text’ name=’txt’ id=’txt’ size=’10’><input type=’button’ id=’button1′ value=’ … ‘>

<!–

inputField:”txt” adalah id dari textbox dimana hasil calendar

akan ditampilkan

button:”button1″ adalah id button yang diklik untuk menampilkan calendar

–>

<script type=”text/javascript”>

var cal = new Zapatec.Calendar.setup({

inputField:”txt”,

ifFormat:”%Y-%m-%d [%W] “,

button:”button1″,

showsTime:false

});

</script>

<noscript>

<br/>

This page uses an <a href=’http://www.zapatec.com/website/main/products/suite/’&gt;

AJAX Component</a> – Zapatec DHTML Calendar Widget, but your browser does not support Javascript.

<br/>

<br/>

</noscript>

<br/><br/><br/>

<div class=”footer” style=’width: 778px; text-align:center; margin-top:2em’>

&copy; 2004-2007 <strong> <a href=’http://www.zapatec.com/’>Zapatec, Inc.</a> </strong>

</div>

</BODY>

</HTML>

Lihat script yang berwarna merah, Anda tidak bisa membuang script ini dari program anda, karena ini merupakan proteksi dari zapatec agar produknya tidak dibajak.

Oke berikut ini hasil dari script diatas

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_6Gimana, mantap kan? Tapi sayang tuh ada “lisensi” nya, bisa ga yah dibuang tulisan © 2004-2007 Zapatec, Inc nya. Tentu bisa dunk, gimana caraya? Yah bayar lah….hihihi….kalo ga percaya coba deh hapus script yang berwarna merah

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_7Heheeee….benerkan, masa’ dalam program kita mau ada yang kayak gini terus…. Oke deh kalo gitu, mari kita menabung dari sekarang untuk membeli zapatec ini…hihihih…

Tenang Bos, dengan sedikit kesabaran kita bisa menghilangkan message sialan diatas (hehehee ngebajak punya orang? Ga pa pa lah, punya orang kafir ini…ups)

Oke sekarang buka file zapatec.js

membuat-calendar-popup-dengan-zapatec_8

Nah, script alert(strMsg) nya dihapus aja, biar ga tampil, beres deh…

Sekarang coba lagi, hilang kan…?

Oke deh, selamat mencoba yah, oh ya kalo ada apa-apa (pertanyaan/saran/kritikan/cacian/makian dan teman-temannya) kirimkan ke tco@tco-mmunity.com

Creted By. Goez (http://www.tco-mmunity.com)

Filed under: PHP Class, Programing

Zip dan Unzip File menggunakan dUnzip2

Kali ini saya akan memberikan sedikit tips and trick bagaimana melakukan zip dan unzip file menggunakan dUnzip2 library. Oke sebelum kita melakukan percobaan ini, ada beberapa hal yang harus kita persiapkan yaitu

Library dUnzip2 yang bisa teman-teman download dari www.phpclasses.org

PHP 5.0 atau lebih, Apache, dan webclient

Goreng pisang, kopi dan kacang….

Oke, mulai aja yah…

Setelah teman-teman mendownload librarynya, extract library tersebut kedalam satu folder dalam webroot misalnya “D:/Server/dunzip”. Setelah teman-teman melakukan extract file, akan terdapat beberapa file php dan file dokumentasi. Namun file yang penting untuk di includekan adalah “dUnzip2.inc.php” dan “dZip.inc.php”. nah….sekarang coba buka file sample yang disertakan pada paket library ini.

<?

require_once dirname(__FILE__).”/dUnzip2.inc.php”;

require_once dirname(__FILE__).”/dZip.inc.php”;

echo “<hr>”;

$zip = new dUnzip2(‘goez.zip’);

// Activate debug

$zip->debug = true;

// Unzip all the contents of the zipped file to a new folder called “uncompressed”

$zip->getList();

$zip->unzipAll(‘uncompressed’);

echo “Checking attributes for dUnzip2.gif<br>”;

$d = $zip->getExtraInfo(‘dUnzip2.gif’);

echo ($d[‘external_attributes1’]&1 )?”File is read only.”:”File is NOT read-only.”; echo “<br>”;

echo ($d[‘external_attributes1’]&2 )?”File is hidden.”:”File is NOT hidden.”; echo “<br>”;

echo ($d[‘external_attributes1’]&4 )?”File is system.”:”File is NOT system.”; echo “<br>”;

echo ($d[‘external_attributes1’]&16)?”It’s directory.”:”It’s NOT a directory.”; echo “<br>”;

echo ($d[‘external_attributes1’]&32)?”File is archive”:”File is NOT archive”; echo “<br>”;

// No secrets, do you agree?

?>

Ini adalah script yang digunakan untuk melakukan unzip file, perhatikan syntax $zip = new dUnzip2(‘goez.zip’) dimana goez.zip adalah nama (beserta path nya) untuk file zip yang akan kita unzip. Sedangkan $zip->unzipAll(‘uncompressed’) adalah proses unzip yang dilakukan oleh library, uncompressed adalah nama folder tempat penyimpanan file hasil unzip.

Sekarang coba kita lihat lagi pada script sample.php, disana terdapat script yang dinontakifkan (bagian atas), script ini adalah contoh untuk melakukan zip file, berikut ini adalah script nya

<?php

######## Create a ZIP file dinamically ########

# // Initialize dZip class

echo “Initializing dZip class…<br>”;

$newzip = new dZip(‘dUnzip2.zip’);

# // Create a folder in the ZIP, to store dZip and dUnzip files

echo “Creating folder to store both classes<br>”;

$newzip->addDir(‘class dZip’);

$newzip->addDir(‘class dUnzip2’);

# // Put the files

echo “Adding files to the zip<br>”;

$newzip->addFile(‘dUnzip2.inc.php’, ‘class dUnzip2/dUnzip2.inc.php’);

$newzip->addFile(‘documentation.txt’,’class dUnzip2/documentation.txt’);

$newzip->addFile(‘dZip.inc.php’, ‘class dZip/dZip.inc.php’);

$newzip->addFile(‘sample.php’, ‘sample.php’);

# // Save the new file

echo “Finalizing the created file<br>”;

$newzip->save();

?>

Pada script diatas terdapat syntax $newzip=new dZip(‘dUnzip2.zip’) yang artinya kita melakukan instant object dari class dZip, dUnzip2.zip adalah nama file zip yang akan dihasilkan (sebutkan juga pathnya jika kita ingin menyimpan di path yang lain). Berikutnya adalah syntax $newzip->addDir(‘class dZip’) syntax ini berarti kita akan menambahkan direktori pada file dUnzip2.zip, nama direktorinya adalah class dZip, begitupun untuk fungsi addDir dibawahnya, dan yang terakhir adalah syntax $newzip->addFile(‘dUnzip.inc.php’, ‘class dUnzip2/dUnzip2.inc.php’) parameter dUnzip.inc.php adalah file yang akan kita masukan kedalam direktori class dUnzip2 dan akan diberinama dUnzip2.inc.php.

Sesuai percobaan yang dilakukan oleh saya, ada sedikit syntax yang harus kita tambahkan pada file dUnzip2.inc.php, karena jika kita jalankan di system operasi Linux script ini masih bermasalah, perhatikan syntax berikut

zip_unzip_1

Perhatikan baris no 243 mkdir (“$targetDir/$str”), script ini tidak akan berjalan dengan baik ketika dijalankan di system operasi Linux, karena variable $str ada yang bernilai “.” Dan “..” sehingga linux tidak akan pernah mau untuk membuat folder dengan script “uncompressed/.” Atau “uncompressed/..” oleh karena itu ganti syntax tersebut dengan syntax berikut

zip_unzip_2

Pada bari 243 dan 244, kita tambahkan kondisional untuk mengecheck isi dari variable $str, jika isinya “.” Atau “..” maka kita cukup membuat direktori dengan variable $targetDir, namun jika isinya tidak sama dengan “.” Atau “..” maka kita akan membuat direktori dengan variable $targetDir/$str.

Oke itulah sedikit tips and trick dari saya, jika teman-teman bingung dalam melakukan prakteknya, silahkan hubungi saya di tco@tco-mmunity.com. Saya tunggu yah kritik, saran, cacian, makian dan sebagainya

Filed under: PHP Class, Programing

Convert HTML to PDF dengan tcpdf Library

Kali ini saya akan memberikan sedikit tips dan trick bagaimana cara mengconvert html ke PDF menggunakan tcpdf library.

Oke sebelumnya download dulu tcpdf dari situsnya yaitu

http://www.tecnick.com/public/code/cp_dpage.php?aiocp_dp=tcpdf

oke jika sudah, unzip file tersebut dan simpan dalam satu folder pada webroot, misalnya D:/server/mypdf/tcpdf

oke jika sudah masukan coding berikut ini kedalam sebuah file php misal toPDF.php

// bagian ini adalah library yang kita butuhkan

require_once(‘../config/lang/eng.php’);

require_once(‘../tcpdf.php’);

// instance class TCPDF

$pdf = new TCPDF(PDF_PAGE_ORIENTATION, PDF_UNIT, PDF_PAGE_FORMAT, true);

// set document information

$pdf->SetCreator(PDF_CREATOR);

$pdf->SetAuthor(“goez”);

$pdf->SetTitle(“just for testing”);

$pdf->SetSubject(“tco is the best community”);

$pdf->SetKeywords(“tco, php”);

// membuat header halaman

$pdf->SetHeaderData(PDF_HEADER_LOGO, PDF_HEADER_LOGO_WIDTH, PDF_HEADER_TITLE, PDF_HEADER_STRING);

// set header fonts

$pdf->setHeaderFont(Array(PDF_FONT_NAME_MAIN, ”, PDF_FONT_SIZE_MAIN));

$pdf->setFooterFont(Array(PDF_FONT_NAME_DATA, ”, PDF_FONT_SIZE_DATA));

//set margin

$pdf->SetMargins(PDF_MARGIN_LEFT, PDF_MARGIN_TOP, PDF_MARGIN_RIGHT);

$pdf->SetHeaderMargin(PDF_MARGIN_HEADER);

$pdf->SetFooterMargin(PDF_MARGIN_FOOTER);

//set auto page breaks

$pdf->SetAutoPageBreak(TRUE, PDF_MARGIN_BOTTOM);

//set image scale factor

$pdf->setImageScale(PDF_IMAGE_SCALE_RATIO);

//set some language-dependent strings

$pdf->setLanguageArray($l);

//initialize document

$pdf->AliasNbPages();

// add a page

$pdf->AddPage();

// ———————————————————

// set font

$pdf->SetFont(“dejavusans”, “BI”, 16);

// print a line using Cell()

$pdf->Cell(0,12,”Example 001″,1,1,’C’);

// ———————————————————

//Close and output PDF document

$pdf->Output(“example_001.pdf”, “I”);

Jika sudah coba jalankan file yang telah anda buat. Pada folder tcpdf libaray yang anda download tadi, masih banyak terdapat contoh-contoh script untuk convert dari html ke pdf, tinggal di pelajari lagi.

Oke selamat mencoba yah….

Filed under: PHP Class, Programing

Navigasi

Total Pengunjung

  • 108,619 hits