Catatan Seorang Prajurit Kecil

Ikon

biarlah semua itu berjalan sesuai "skenario" NYA – jika kau telusuri, semua logika itu akan kau temukan

Metodologi Booch’s Object Oriented Analysis & Design (OOAD)


Tulisan ini sengaja saya buat untuk mengingatkan diri saya sendiri jika nanti lupa😉

Kebetulan sekarang lagi sibuk skripsi dan lagi giat-giatnya pelajari metodologi booch, so…berikut ini sedikit dari beberapa hasil yang telah saya pelajari mengenai metodologi booch.

Metodologi Booch’s Object Oriented Analysis & Design, selanjutnya disingkat OOAD, merupakan penggabungan 3 (tiga) pendekatan, yaitu: Object Oriented Design (OOD), Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Programming (OOP).

OOA merupakan metode analisis yang memeriksa kebutuhan (requirement) berdasarkan prespektif pengumpulan objek-objek dan kelas-kelas dalam sebuah domain problem, sedangkan OOD merupakan sebuah metode mendesain yang mencakup proses pendekompoisisan objek dan digambarkan dalam notasi sehingga bisa menggambarkan static dan dynamic model sistem baik secara logical dan/atau physical (Booch, 2007, 42).

Berdasarkan pengertian ini, ada 2 (dua) hal penting yang harus ditekankan dalam OOD, yaitu:

  1. OOD menggunakan teknik object oriented decomposition.
  2. Menggunakan notasi yang berbeda untuk menggambarkan model logical struktur objek dan kelas, dan model physical dari arsitektur modul dan proses dalam sebuah aspek sistem baik static maupun dynamic.

OOP merupakan sebuah metode untuk mengimplementasikan program yang diorganisasikan sebagai kumpulan objek dimana tiap-tiap objek merupakan instan dari sebuah kelas dan kelas merupakan salah satu dari kumpulan kelas yang saling berhubungan secara hirarki menggunakan inheritance relationship (Booch, 2007, 41).

Berdasarkan pengertian ini, ada 3 (tiga) hal penting yang harus ditekankan dalam OOP, yaitu:

  1. OOP menggunakan objek sebagai dasar dalam membangun program, bukan algoritma.
  2. Objek merupakan instan dari sebuah kelas
  3. Setiap kelas dihubungkan menggunakan inheritance relationship atau yang kita kenal dengan istilah pewarisan, sehingga bahasa pemograman yang tidak mendukung inheritance tidak bisa mengimplementasikan OOP.

Hubungan antara OOA, OOD dan OOP adalah: hasil pemodelan atau pengumpulan objek dari OOA akan digunakan oleh OOD dan hasil dari OOD akan digunakan sebagai blueprint untuk membangun sistem dengan menggunakan OOP.

OOAD memandang bahwa pemodelan objek terdiri dari beberapa prinsip, yaitu: abstraction, encapsulation, modularity, hierarchy, typing, concurrency, dan persistence.

4 (empat) prinsip yang pertama, yaitu: abstraction, encapsulation, modularity dan hierarchy merupakan prinsip utama yang harus dimiliki oleh sebuah objek, sedangkan 3 (tiga) prinsip yang terakhir, yaitu: typing, concurrency, dan persistence merupakan prinsip yang mendukung (optional) ke empat prinsip utama tersebut.

Oke, segitu aja dulu, InsyaAllah kalo masih ada umur ntar dilanjutin lagi mengenai penjelasan ketujuh prinsip pemodelan objek tersebut…

Referensi:

Booch Grady, et al. Object Oriented Analysis & Design With Applications, 3rd Edition.2007.Pearson Education

Filed under: Software Engineering, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: