Catatan Seorang Prajurit Kecil

Ikon

biarlah semua itu berjalan sesuai "skenario" NYA – jika kau telusuri, semua logika itu akan kau temukan

Rekayasa Perangkat Lunak – (Bagian 4)


Oke kali ini saya akan coba sharing kelanjutan dari tulisan sebelumnya, masih seputar rekayasa perangkat lunak, namun kali ini saya mencoba untuk membandingkan model-model dari rekayasa perangkat lunak, yaitu: Linear sequential, prototyping, RAD dan Evolutionary Software Process… seperti biasa, mohon koreksi dari teman-teman….

Setelah melakukan kajian beberapa model dan paradigma rekayasa perangkat lunak, berikut ini penulis akan memberikan matriks perbedaan dari kelebihan dan kekurangan masing-masing model.

Linear Sequential Prototyping RAD Evolutionary Software Process
Waktu yang digunakan sangat lama karena tiap pase proses bergantung pada pase sebelumnya Waktu yang digunakan sedikit lebih cepat dibandingkan dengan linear sequential, namun bila prototype yang dihasilkan tidak menggambarkan kebutuhan user, maka model ini akan memakan lebih banyak waktu proyek Waktu yang digunakan sangat cepat karena pekerjaan bisa dilakukan secara simultan, namun model ini memerlukan teknik dan skill yang sangat tinggi Waktu yang digunakan sedikit lebih lama dibandingkan dengan RAD, karena dalam model ini dimungkinkan iterasi (pengulangan).
Kualitas software yang dihasilkan kurang bagus, karena kesalahan dan kekurangan spesifikasi kebutuhan user hanya akan bisa di perbaiki pada proyek selanjutnya. Kualitas software yang dihasilkan sesuai dengan keinginan user, karena sebelumnya sudah dibuatkan prototype sehingga user bisa melakukan koreksi diawal proyek. Kualitas software yang dihasilkan cenderung lebih baik dibandingkan prototype dan linear, karena model ini menggabungkan kedua model tersebut. Kualitas software yang dihasilkan cenderung lebih baik dengan kompleksitas yang sangat tinggi, hal ini dikarenakan keberulangan pase yang memungkinkan perbaikan disetiap pase nya.
Kebutuhan resource sangat sedikit, karena setiap orang akan bekerja setelah pase sebelumnya diselesaikan. Memerlukan resource yang cukup handal, seperti tools untuk membuat prototype dan skill analisis yang tinggi. Memerlukan skill yang tinggi dari setiap orang yang terlibat ditambah dengan tools-tools yang canggih dan modern. Membutuhkan resource yang hamrpir sama dengan model RAD.
Sesuai untuk proyek dengan kompleksitas rendah dan menengah Sesuai untuk proyek diamana user yang akan menggunakan adalah orang awam dan belum begitu mengerti mengenai sistem Sesuai untuk proyek dengan kompleksitas yang menengah dan tinggi. Sesuai untuk proyek dengan sifat software yang dikembangkan secara terus menerus, sebagai contoh: sistem operasi

Tabel: Matrik kelebihan dan kelemahan tiap masing-masing model Rekayasa Perangkat Lunak.

Berikut ini daftar referensi yang saya gunakan dalam menulis seri Rekayasa Perangkat Lunak dari 1, 2, 3 dan 4

Daftar Referensi yang Digunakan:

  1. Somerville, Ian.2004.Software Enginnering 7th Edition. New Jersey: Prentice-Hall. Inc.
  2. Bambang Haryanto Ir, MT.2004. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek. Informatika Bandung
  3. Sri Mulyani, NS Ak, Metode Analisis dan Perancangan Sistem.2007. Abdi Sistematika. Bandung
  4. McLeod, R. & Schell, G. 2007. Management Information Systems. 10th Edition. New Jersey: Prentice-Hall. Inc.
  5. IEEE Computer Society, SWEBOK 2004
  6. Soni Fajar Surya G, ST.MCAS. Software Engineering Introduction. Modul Perkuliahan STMIK Extensi LPKIA Bandung

Filed under: Software Engineering, , , , ,

4 Responses

  1. ribka mengatakan:

    bagus..!!
    jujur sy tdk terlalu paham ttng metodologi OOP, RAD, dll..
    pusing…
    btw kk lulusan dr LPKIA?

  2. ribka mengatakan:

    thanks ya..
    huft,sebetulny sy tdk terlalu paham ttng sistem/perangkat lunak..
    haduh, bgmn ya..

    btw kk almamater LPKIA?

  3. thx KK bermanfaat BGT😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: