Catatan Seorang Prajurit Kecil

Ikon

biarlah semua itu berjalan sesuai "skenario" NYA – jika kau telusuri, semua logika itu akan kau temukan

Rekayasa Perangkat Lunak – (Bagian 2)


Pada tulisan sebelumnya saya sudah menuliskan pendahuluan mengenai perkembangan rekayasa perangkat lunak, nah kali ini saya akan share sedikit mengenai pengertia rekayasa perangkat lunak itu sendiri….

Pada bab sebelumnya, penulis sudah menjelaskan bahwa untuk melakukan pembangunan dan/atau pengembangan perangkat lunak agar bisa menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas baik, dibutuhkan sebuah ilmu mengenai itu, yaitu: yang sering kita kenal dengan istilah Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering) atau disingkat RPL. Berikut ini akan penulis jelaskan pengertian perangkat lunak berdasarkan pendapat dari para pakar pengembang perangkat lunak dan penjelasan serta alasan yang lebih mendalam mengenai sebuah pertanyaan klasik “Mengapa diperlukan RPL?”

Sebelum kita menggali lebih dalam pengertian dari rekayasa perangkat lunak, berikut ini akan penulis jelaskan terlebih dahulu arti dan karateristik rekayasa. Bambang Hariyanto (2004) menyatakan bahwa rekayasa merupakan upaya untuk pementukan produk berkualitas melalui pendekatan sistematik yang berdasarkan sains dan matematika dalam merancang, menghasilkan dan mengoperasikan struktur, mesin, proses atau sistem.

Dari pengertian diatas, kita bisa melihat bahwa suatu rekayasa memerlukan pendekatan yang sistematis berdasarkan sains dan matematika serta metodologi yang telah teruji. Rekayasa tidak saja digunakan dalam pengembangan perangkat lunak, akan tetapi dalam disiplin ilmu yang lain seperti misalnya: ilmu arsitektur, dimana seorang arsitek menggunakan rekayasa untuk membangun sebuah jembatan, gedung dan lain sebagainya. Adapun karateristik disiplin rekayasa adalah:

  1. Teknologi-teknologi yang dapat dipahami dengan bagus.
  2. Proses-proses yang terdefinisi bagus
  3. Hasil-hasil tahap proses dapat diprediksi
  4. Keberulangan langkah-langkah proses

Berdasarkan arti dan karateristik rekayasa diatas, berikut ini penjelasan arti dari rekayasa perangkat lunak yang penulis rangkum dari beberapa pakar pengembang perangkat lunak, yaitu:

Ian Sommerville (2004) berpendapat bahwa rekayasa perangkat lunak merupakan disiplin ilmu “teknik” yang mempunyai fokus dalam semua aspek tentang bagaimana memproduksi sebuah perangkat lunak. Untuk menerapkan rekayasa perangkat lunak, pengembang perangkat lunak harus menggunakan pendekatan yang sistematis dan terorganisir, serta menggunakan tools dan teknik yang bergantung pada pemecahan masalah, batasan sistem, serta resources lain yang ada.

IEEE Computer Society (2004) berpendapat bahwa rakayasa perangkat lunak adalah:

  1. Pendekatan yang sistematis, disiplin, dan dapat dikuantifikasi untuk pengembangan, pengoperasian dan pemeliharaan perangkat lunak yaitu penerapan rekayasa terhadap perangkat lunak.
  2. Studi terhadap pendekatan dari [1]

Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa rekayasa perangkat lunak merupakan studi menyeluruh terhadap teori-teori, proses-proses, metode-metode dan teknik-teknik untuk membangun perangkat lunak berkualitas tinggi dengan cara-cara yang cost effective (Bambang Hariyanto, 2004).

Rekayasa perangkat lunak melibatkan 4 (empat) elemen yaitu:

  1. Orang (people)
  2. Proses (process)
  3. Proyek (project)
  4. Produk (product)

Dari ketiga pendapat diatas, penulis bisa menyimpulkan bahwa rekayasa perangkat lunak merupakan standarisasi keilmuan yang melibatkan semua aspek terkait dalam usaha membangun sebuah perangkat lunak yang berkualitas, dimana aspek-aspek terkait tersebut antara lain: paradigma pengembangan, metodologi, model, tools, konseptual, hingga teknikalnya.

Perangkat lunak yang berkualitas tidak akan pernah terlepas dari rekayasa perangkat lunak, oleh karena itu rekayasa perangkat lunak perlu dipahami oleh setiap orang yang terlibat didalamnya, berikut ini beberapa alasan mengapa diperlukannya rekayasa perangkat lunak dalam pembangunan perangkat lunak, yaitu (Soni Fajar Surya G, 2010):

  1. Adanya krisis perangkat lunak yang disebabkan oleh lahirnya komputer canggih generasi ke-3 (pada waktu itu)
  2. Kebutuhan akan sistem perangkat lunak yang kompleks.
  3. Pendekatan perangkat lunak tidak cukup efektif (cost, waktu dan kualitas) dalam pengembangan perangkat lunak
  4. Biaya hardware jatuh dan biaya perangkat lunak naik cepat.

Seperti yang sudah penulis bahas pada Bab 1 sebelumnya, bahwa 47% proyek pengembangan perangkat lunak gagal dengan alasan perangkat lunak yang dihasilkan diterima oleh user, tetapi tidak pernah digunakan, salah satu penyebabnya adalah karena perangkat lunak yang dihasilkan tidak bisa memenuhi kebutuhan user. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi adalah: proyek pembangunan perangkat lunak tidak didasari pada pendekatan perangkat lunak yang sistemtis dan terorganisir, yang pada intinya tidak menggunakan disiplin ilmu rekayasa perangkat lunak yang telah ada.

Filed under: Software Engineering, , , , ,

2 Responses

  1. […] postingan sebelumnya saya sudah sharing pengertian mengenai rekayasa perangkat lunak, nah berikut ini saya akan sharing […]

  2. […] ini daftar referensi yang saya gunakan dalam menulis seri Rekayasa Perangkat Lunak dari 1, 2, 3 dan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: